Basket Indonesia Semakin Kreatif Dari Tahun Sebelumnya

Beritaterselubung.com – Pertandingan basket paling tinggi di Indonesia (IBL) Pertamax 2018/2019 dipandang makin tunjukkan penambahan dari sisi pertarungan. Direktur IBL Hasan Gozali menjelaskan, selama ini, acara IBL 2018/2019 yang telah separuh jalan tunjukkan keberhasilan. Empat dari keseluruhan delapan seri telah dilewati. Semenjak Seri I di Semarang lantas sampai Seri IV yang selesai di Solo akhir minggu tempo hari, beberapa surprise tetap memberi warna.

Waktu liga basket paling tinggi di Tanah Air ini belumlah diselenggarakan, tidak ada yang menyangka dua team finalis akan cetak hasil jelek. Satria Muda (SM) Pertamina serta Pelita Jaya Jakarta yang musim kemarin demikian digdaya, kesempatan ini telah menelan empat kekalahan dari delapan pertandingan yang dimainkan.

“Benar-benar tidak menyangka bakal jadi ini akhirnya. Team finalis dapat kalah 4x. Bahkan juga di Solo ini dari tiga pertandingan mereka kalah 2x. Kami pun tidak menyangka NSH begitu baik improve-nya,” tutur Hasan saat terlibat perbincangan dengan Republika di Solo, Jawa Tengah, tempo hari.

Hasan menjelaskan, bergulirnya pertarungan IBL sampai seri ke empat sangat sengit. Menurutnya, banyak laga yang susah diperkirakan hasil pada akhirnya. Sekarang team papan bawah serta menengah telah dapat tunjukkan taji. Itu dibuktikan dengan potensi mereka menaklukkan tim-tim mapan papan atas Indonesia.

Hasan memandang terdapatnya kesetimbangan dalam pertarungan di IBL musim ini tidak terlepas dari kedatangan legiun asing berkualitas. “Beberapa pemain asing tahun ini cukup menolong team yang pemain lokalnya kurang. Menjadi contoh NSH Jakarta yang sampai sekarang ini masih tetap kuat di puncak klassemen Divisi Merah dengan tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan,” katanya.

Sampai seri ke empat, hanya Stapac Jakarta team mapan yang masih tetap tunjukkan ketekunan dengan baru menanggung derita 1x kekalahan. Hanya satu kekalahan Stapac berlangsung pada Seri I Semarang. Kekalahan itu pun jadi surprise sebab Stapac terpuruk di tangan Bogor Siliwangi. Saat itu Stapac tidak diperkokoh tiga pemain utamanya yang perlu membel tim nasional Indonesia, yaitu Agassi Goantara, Abraham Damar Grahita, serta Kaleb Ramot Cemerlang.

Hasan memandang peranan pelatih dari Lithuania, Giedrius Zibenas, membawa efek yang besar buat tampilan Stapac. “Mengagumkan Stapac, semenjak dipegang Zibenas, improve pemainnya pun mengagumkan. Agassi serta Widyantaputra Teja tahun ini tampil mengagumkan,” tutur ia.

Akan tetapi, Hasan meyakini dua team berlangganan final, SM serta Pelita Jaya akan selekasnya temukan jalan kebangkitan. Hasan memandang SM serta Pelita Jaya telah terlatih dengan desakan. “Dengan kualitas pemain yang mereka punya, saya pikir mereka akan tidak cemas. Masih tetap ada waktu untuk bangun,” tuturnya.

Pelatih NSH Jakarta Wahyu Hidayat Jati mengaku terdapatnya kesetimbangan pertandingan yang begitu baik di IBL musikm ini. Menurut figur yang akrab dipanggil Coach Cacing ini, banyak aspek yang membuat tim-tim papan tengah serta bawah dapat menggoyang dominasi klub-klub mapan di semasing klassemen.

Wahyu menjelaskan, untuk timnya, kesuksesan memuncakai klassemen Divisi Merah tidak terlepas dari baiknya waktu persiapan. Menurut Wahyu, semenjak musim kemarin tuntas, NSH langsung berjalan dengan bangun team.

Babak penelusuran pemain juga berjalan tiada tergesa-gesa. Tidak hanya memperoleh dua pemain asing yang oke, Anthony Simpson serta Deshaun Wiggins, NSH pun berusaha keras untuk tingkatkan perform pemain lokalnya. Dua kombinasi itu, kata Wahyu, selama ini telah memberikan hasil positif.

Wahyu menuturkan, kedatangan beberapa pemain asing berkualitas, ikut membuat penggawa-penggawa lokal terkatrol kekuatannya. Pemain lokal NSH, Muhammad Irman serta Andre Rorimpandey telah tunjukkan penambahan cepat dibanding musim kemarin. Penambahan ini tidak terlepas dari usaha keras team pelatih untuk menggenjot fisik kedua-duanya sebelum pertandingan diawali.

“Musim ini kami memang mempunyai waktu semakin banyak untuk lakukan persiapan. Kami pun memberi batas minimum kesehatan stamina, lewat test VO2MAX. Standard VO2MAX paling rendah yang perlu diraih ialah 50. Bila stamina telah bagus, pemain semakin lebih gampang tingkatkan kemampuan serta knowledge basket mereka,” tutur Wahyu, Senin.

Dengan perform yang selama ini begitu cemerlang, Wahyu meyakini timnya dapat bicara banyak. Akan tetapi, bekas pemain tim nasional Garuda ini masih tetap malas bicara masalah titel juara. “Tujuan awal kami 11 kemenangan terlebih dulu. Kami tidak berani bicara titel juara. Penting kami amankan lolos play-off secepat-cepatnya,” katanya.

Menurut Wahyu, tidak dikit yang tetap harus timnya benahi. Ia menjelaskan, tiga kekalahan yang terkena timnya musim ini menunjukkan terdapat beberapa lubang yang butuh selekasnya ditambal. “Dari sisi permainan kami mesti mendesak jumlahnya turn over yang terbentuk tiap-tiap pertandingan. Optimal pada sebuah game 14 kali turn over. Kami sempat pada sebuah game cuma tujuh kali turn over, yaitu waktu menaklukkan SM Pertamina,” tuturnya.

Wahyu pun memandang jumlahnya rebound yang dicapai timnya masih tetap begitu kurang. “Tujuan kami tiap-tiap pertandingan 40 rebound, ini bisa terwujud bila pemain agresif baik bertahan ataupun menyerang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *