Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia Tunggal Putri

Beritaterselubung.com – Puasa titel yang menimpa bidang tunggal putri bulu tangkis Indonesia saat enam tahun paling akhir pada akhirnya dapat putus pada awal 2019 ini. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani dapat jadi figur yang hentikan rekor jelek itu.

Atlet asal Jawa Barat ini sukses mengambil perhatian dengan mencapai titel di arena Thailand Master 300, tempo hari. Pada kompetisi yang masuk ke serangkaian tour federasi bulu tangkis dunia (BWF) itu, Fitriani jadi hanya satu wakil Tanah Air yang dapat mengambil langkah ke partai final.

Di partai puncak, dia menaklukkan perwakilan tuan-rumah, Ongbamrungphan Busanan dengan dua game sekaligus juga, 21-12 serta 21-14. Sesudah laga tuntas, Fitriani terlihat langsung lakukan sujud sukur diatas lapangan. Ini pula jadi titel pertama buat pebulutangkis berumur 20 tahun itu di arena senior internasional.

Dengan head-to-head, Fitriani yang tempati rangking 33 dunia sudah 2x menang serta sekali kalah atas Ongbamrungphan, yang ada di rangking 29. “Alhamdulilah bahagia sekali, saya suka dapat mencapai ini,” kata Fitri selesai laga.

Kemenangan bersejarah ini tidak cuma diterima sukacita oleh Fitriani. Semua staf pelatih juga terlihat menumpahkan kegembiraannya. Tidak kecuali Kepala Bagian Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Semua Indonesia (PBSI) Susi Susanti.

Legenda bulu tangkis Indonesia ini bahagia sebab pada akhirnya bidang yang sempat mengharumkan namanya itu dapat kembali tunjukkan taji. “Good job serta selamat untuk Fitri, mari tunggal putri, usaha keras kembali serta semangat selalu,” katanya.

Akhir kali Indonesia mengukir prestasi melalui bidang tunggal putri berlangsung pada tahun 2012. Saat itu, Linda Wenifanetri yang sekarang sudah pensiun mencapai titel di arena India Terbuka Grand Prix Gold.

Di laga lainnya, hasil mengagetkan berlangsung pada pertandingan final tunggal putra, yang menghadapkan atlet senior asal Cina, Lin Serta dengan pebulutangkis Singapura Kean Yew Loh. Lin Serta yang menempati rangking 15 besar dunia mesti menerima kekalahan dari rivalnya, penghuni 125 dunia.

Lin Serta bahkan juga roboh dua game langsung, dengan score yang cukuplah tipis, 19-21 serta 18-21. Perwakilan Cina yang tidak berhasil di final ialah pasangan ganda putri Li Wenmei serta Zheng Yu. Mereka kalah oleh pasangan putri tuan-rumah, Supajirakul Puttita serta Taerattanachai Spasiree dengan tiga game, 21-15, 15-21, serta 10-21.

Bidang ganda putri jadi hanya satu titel buat tuan-rumah. Ini sesudah ganda kombinasi mereka, Puavaranukroh Dechapol serta Taerattanachai Sapsiree, ditumbangkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon serta Goh Liu Ying dengan cukuplah telak, 21-16 serta 21-15.

Malaysia dapat mengawinkan titel selesai ganda putra mereka, Goh V Shem serta Tan Wee Kiong menumbangkan pasangan Taiwan, Lu Ching Yao serta Yang Po Han, dua game langsung, 21-13 serta 21-17. Sesudah kejuaraan di Thailand, tour BWF selanjutnya ialah Malaysia Terbuka 500 mulai minggu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *