FIFA Selidiki Laporan Rasisme Di Rusia Yang Dialami Pogba

Beritaterselubung.com – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menindaklanjuti tekanan Prancis dalam pengusutan tindakan rasisme waktu pertandingan persahabatan di Rusia beberapa waktu terakhir. FIFA menyatakan juga akan menyelidiki tindakan rasisme yang dikerjakan supporter Rusia pada penggawa Prancis Paul Pogba serta Ousmane Dembele waktu ke-2 kesebelasan memerankan pertandingan persahabatan.

” FIFA tengah menyatukan beragam laporan serta bukti mungkin berkaitan insiden itu (rasisme), ” tutur juru bicara FIFA seperti diambil dari ESPN, Kamis (29/3).

Juru bicara itu mengemukakan, pengumpulan bukti-bukti melibatkan organisasi penentang rasisme di Eropa (FARE), juga media.

Cuma saja ia menyebutkan FIFA belum juga bisa mengemukakan rangkuman berkaitan ada tuduhan rasisme.

” Tolong tahu, kami masih tetap mengevaluasi semuanya info, serta kami belum juga dapat memberi komentar selanjutnya, ” kata jubir itu.

Pengusutan tindakan rasisme bermula dari laporan dua pemain timnas Prancis, Paul Pogba serta Ousmane Dembele waktu pertandingan tandang melawan timnas Rusia, pada Rabu (28/3). Pertandingan di Saint Petersburg Fase saat itu selesai dengan score 1-3.

Tiga gol Prancis di buat oleh Kylian Mbappe pada menit ke-40 serta menit ke-83. Satu gol yang lain oleh Paul Pogba pada menit ke-49. Hanya satu gol punya Rusia dibikin oleh Fedor Smolov pada menit ke-68.

ESPN memberikan laporan, tindakan rasisme yang didapat Pogba serta Dembele berlangsung pada menit ke-73. Bentuk rasisme pada pemain Manchester United (MU) serta Barcelona itu berlangsung saat beberapa supporter Rusia menyanyikan lagu dengan lirik yang berkata Monyet.

Salah seseorang photografer di pojok gawang Rusia, seperti dilaporkan ESPN, mengonfirmasi nyanyian rasisme yang diperuntukkan pada dua pemain Prancis itu. Terlebih pada Dembele yang pada menit ke-73, lakukan sepak pojok ke gawang Rusia.

Tindakan rasisme pada pemain Prancis itu telah tiba ke meja pemerintahan. Menteri Berolahraga (Menpora) di Paris, Laura Flessel menekan FIFA mengusut perkara pelecehan rasial pada pemain timnasnya itu. Bahkan juga Luara, lewat account jejaring sosialnya memohon pengusutan itu dikerjakan terpada antar otoritas di Eropa.

” Rasisme tidak mempunyai tempat di lapangan sepak bola, ” tutur Laura.

Ia menyatakan, tingkah laku supporter Rusia telah mengakibatkan kerusakan keyakinan dunia pada negara tuan-rumah Piala Dunia 2018 itu.

” Kami mesti melakukan tindakan serentak di Eropa serta komune internasional untuk hentikan perilaku yg tidak bisa di terima ini, ” sambung Laura.

Kordinator FARE Piara Powar pada ESPN memberikan, tindakan rasisme beberapa supporter Rusia sebenarnya telah sering berlangsung. Dalam laporan FARE, selama 2016 hingga 2017 terdaftar 89 laporan mengenai insiden rasisme di lapangan sepak bola Rusia. Umumnya tindakan itu dikerjakan oleh grup ekstrim kanan Rusia.

Sebelumnya tindakan rasisme pada dua pemain Prancis, beberapa waktu terakhir, disebutkan Powar kiper Lokomotiv Moscow Guilherme Marinato juga alami peristiwa sama. Pemain asal Brasil itu memperoleh pelecehan rasial dari supporter ekstrim waktu tandang ke Spartak Moscow.

” Ini (masalah Pogba serta Dembele) jadi masalah yang ke-3 di Petersburg Fase, ” kata Powar.

Ia juga menyatakan, tindakan pelecehan rasial beberapa supporter Rusia itu juga akan beresiko panjang mendekati Piala Dunia yang juga akan di gelar th. ini di Rusia. Kata Powar, bila FIFA tidak dapat mengusut selesai perkara rasisme di Rusia kesempatan ini, sikap itu jadi pemberi tanda jelek untuk gelaran pesta sepak bola paling besar didunia th. ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *