Mahfud MD Berpeluang Jadi Cawapres Di Pemilu 2019

Beritaterselubung.com – Belakangan ini, beberapa profil ataupun tokoh politisi menghiasi kabar berita serta survey untuk dijagokan jadi calon calon yang mengikuti Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2019 yang akan datang.

Beberapa nama mengedar terakhir, yaitu bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Muhammad Zainul Majdi. Keduanya dimaksud layak mengikuti Jokowi karna adalah profil yang begitu pas.

Pengamat Politik UIN Jakarta, Zaki Mubarak menuturkan, yang diperlukan oleh Jokowi dalam memastikan pendampingnya kelak yaitu sosok yang mirip Wakil Presiden sekarang ini, Mohammad Juiceuf Kalla. Politisi senior partai Golkar itu, dipandang mewakili empat aspek terpenting yang diperlukan dalam kombinasi pemerintahan Jokowi setelah itu.

” Pak Jokowi juga akan mencari sosok seperti Juiceuf Kalla, tapi yang lebih muda mungkin saja. Ini tengah di cari, jenisnya mesti miliki empat persyaratan ini, miliki support Islam yang kuat, ketrampilan politik, modal finansial yang kuat, serta luar jawa, ” kata Zaki selesai isi diskusi ” Kongkow Kebudayaan ” di Jalan Tarumanegara, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (17/3/2018).

Menurut Zaki, argumen paling utama Jokowi mesti mencari profil pendamping dari luar Jawa lebih dilandasi aspek kiat, yaitu bagaimana menarik basis-basis nada dari lokasi itu. Karna di ketahui, untuk pemilih di pulau Jawa sampai sekarang ini mayoritasnya yaitu mereka yang inginkan Jokowi kembali memimpin Indonesia.

” Bila pendamping Jokowi semua dari pulau Jawa, pasti jadi masalah, karna nada diluar pulau Jawa peluang juga akan diambil oleh lawannya, terlebih nada dari Sumatera.

Sesaat ini, yang keluar Mahfud MD itu dari Madura, serta TGB Zainul Majdi dari NTB, tapi Mahfud MD yang paling berpeluang. Timnya kan tentu tengah bekerja, mungkin saja satu-dua bln. ini juga akan keluar namanya itu, ” tuturnya.

Sebatas info, nama Mahfud MD mendadak keluar jadi calon Cawapres Jokowi. Guru besar Kampus Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu mengakui tidak mau dan tidak keberatan dengan wacana memasangkannya dengan Jokowi pada Pilpres 2019 yang akan datang.

” Saya katakan tidak mau, tidak inginnya itu tidak aktif, namun saya juga bukanlah tidak ingin, karna bila harus itu disimpulkan sombong. Selanjutnya kita serahkan ke mekanisme serta itu berada di tangan Capres serta partai-partai kelak, ” kata Mahfud, sekian hari lantas di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *