Indahnya Pemandangan Sekitar Pantai Gunungkidul

Beritaterselubung.com – Gunungkidul jadi tempat untuk sederetan pantai menarik yang banyak dikunjungi wisatawan Nusantara. Pantai-pantai yang ada di kabupaten paling timur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini paling tidak menyumbang kunjungan wisata lebih dari 2, 5 juta orang per tahunnya. Tidak heran bila beberapa investor mulai melirik pantai-pantai menarik itu.

Hadirnya investor tampak dari bangunan mewah yang memberi warna bukit karst di pantai Gunungkidul. Satu diantaranya di Pantai Seruni, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Pemerintah bahkan juga melarang lanjutan pembangunan resort mewah sebelumnya investor lengkapi perizinannya.

” Mereka beli semua lahan di pantai, mereka membuat tembok-tembok tinggi, menempatkan portal. Warga sekitaran juga tidak bisa leluasa masuk. Dapat disebut ini yaitu usaha untuk privatisasi, ” kata Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Orang-orang Perduli Pegunungan Sewu (KMPPS), Adnan Pambudi, Kamis (15/3/2018)

Menurut dia pembangunan itu buat cemas warga sekitaran. Diluar itu pembangunan resort di pantai seruni mengakibatkan rusaknya pada lokasi lindung, Lokasi Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu.

” Lokasi itu adalah sisi dari Geopark Gunungsewu yang perlu dilindungi serta dilestarikan, walau demikian Pemkab Gunungkidul berkesan acuh saja serta tidak tegas, ” kata Adnan.

Bukan sekedar Pantai Seruni, pembangunan resort mewah ada juga di sekitaran pantai Ngrawe, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Salah seseorang warga Mardiyono menyebutkan walaupun belum juga dibuat resort tetapi nyaris semua jalan masuk ke pantai telah diberi sinyal serta pagar.

” Awalannya tanah itu punya warga, serta dibeli oleh orang Belanda, termasuk juga bukit serta lahan di sekitarnya itu. Harga nya miliaran, ” katanya memberikan.

Ada pembangunan resort ini mendongkrak harga tanah yang di tawarkan bertambah belasan kali lipat dibanding satu tahun lebih kemarin. Harga tanah yang awalannya kisaran beberapa ratus ribu per mtr. saat ini jadi satu juta per mtr. perseginya.

” Telah lama banyak yang beli tanah di sekitaran sini, mungkin saja satu tahun lebih depan warga di sini bila ingin ke pantai mesti membayar, ” katanya.

Keadaan sama juga berlangsung di pantai Watu Kodok, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, dimana beberapa besar lahannya sudah dipunyai oleh perorangan serta beberapa investor. Investor mengakui memperoleh kekancingan atau kekuasaan untuk mengelola sultan Ground (SG).

Pembangunan itu juga pernah buat persoalan dengan warga sekitaran dengan investor. Meskipun sekarang ini keadaannya telah kembali tenang. ” Kami tidak ingin digusur, karna mulai sejak dahulu kami telah berada di sini, ” tutur warga Watu Kodok Yasmadi.

Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno memohon pemerintah Gunungkidul menyikapi serius hal semacam ini. Hingga akan tidak muncul problem yang besar masa datang terutama problem pengaturan lokasi pantai selatan.

” Pengaturan lokasi selatan mesti dikerjakan, karna saya cemas kelak wisatawan jemu, ” ujarnya
Lihat keadaan ini Pemkab Gunungkidul selekasnya menindaklanjuti usaha privatisasi pantai. Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono, mengakui juga akan lakukan pengawasan privatisasi pantai d itengah banyak warga yang jual tanahnya karna tingginya harga.

Bila sifatnya masih tetap umum ya kita mustahil biarlah lokasi jadi privat. Kita cobalah memetakan kelak problemnya seperti apa, termasuk juga pembanguan resort di Pantai Seruni, ” tutur Drajat.

Langkah pemkab Gunungkidul juga akan begitu hati hati sebab wisata yang berkembang sekarang ini juga peranan investasi, serta aktor usaha. Hingga baik orang-orang serta investor bisa sama-sama mengerti, dimana investor harus juga lengkapi perizinan yang telah ditetapkan hingga terwujud penambahan ekonomi yang baik.

” Lapangan pekerjaan juga akan terjadi, sekalian bisa menolong kurangi tingkat kemiskinan yang masih tetap berlangsung, tiap-tiap investor yang paparan kami minta mesti memakai tenaga lokal, ” kata Drajat.

Hal sama juga disibakkan Badingah Bupati Gunungkidul bila perizinan mesti jadi prasyarat untuk investor yang datang ke Gunungkidul. Beberapa investor yang menginginkan menanamkan modalnya ke Gunungkidul mesti selekasnya mengurusi perizinan.

Izin mesti selekasnya diperlengkapi, saya tidak ingin mereka beli tanah atau menyewa namun di tawarkan pihak yang lain. Bila serius kami akan tidak menyulitkan pengurusannya, asal penuhi semua kriterianya, ” kata Badingah memberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *